Ku beranikan diriku tuk melangkah
Menuju keputusan terbesarku
Meninggalkan masa laluku
Yang senantiasa mengiring langkahku
Meninggalkan sesosok manusia
Yang sempat menigisi ke dalam gelapku
Seseorang yang begitu bersinar
Ku dambakan setiap waktu
Ku kagumi
Ketika ku harus melupakannya
Demi sebuah masa depan yang lebih pasti
Sejenak diam menatap awan keraguan
Meniti perlahan setiap pintasan jalan
Takut jatuh tertahan
Lalu melaju penuh keraguan
Bayangan kekecewaan mengikuti
Muncul sosok baru mengagumi diriku
Tak peduli aku padanya
Seolah dia tiada
Dia terus mengejar
Seakan menyuruhku meninggalkan masa lalu yang selalu ku dambakan
Dia teriakkan, dia berjanji
Dia mencoba menghentikan jalan keraguanku
apakah aku harus menyambutnya?
Atau tetap menaruh harapan pada masa lalu





