Wednesday, 31 January 2018




















Nasi hitam tersuguh didepanku
Tak pernah menggugah selera makanku
Namun apalah dayaku
Hanya ini hasil keringatku
Alas tembikar tempat istirahatku
Dinding berbatu tempatku bersandar
Titik selalu menitik menjadi sebuah bulatan basah 
Jatuh dari pelupuknya membasahi seluruh pipi
Terasa sangat hangat saat menjalar perlahan
Tangis adalah musik hidupku
Cela dan hina telah kudapati
Bajuku terlucuti, mukaku terludahi
Terpacu ku berlari
Terseok ku berhenti
Peluhku 'tlah membanjiri
Emosi tak terhiraukan lagi
Kemanakah daku 'kan pergi
Membawa sejuta luka di dalam hati
Tersayat perlahan oleh belati
Tipi-tipis tapi tapis
Perih ku rasakan sendiri
Tiada 'kan peduli
Segala derita yang ku alami
Oh bumi telanlah daku
Bawaku ketempat terdalam dari gelapmu
Wahai langit, runtuhlah dan luluhkanlah jiwaku
Teriris hati ini oleh luka dan derita
Siluet hitam yang menikam
Malam datang dengan cepat dan mencekam
Membawa tubuh ini 'tuk pulang
Hampir saatnya hai daging tak berguna
Sebentar lagi, hanya sebentar lagi
Kau akan menjadi bermakna
Hidup aman dan bahagia bersamaNya

Sejengkal jarak diantara kita
Ada secuil rasa menyelinap
Antara aku dan kamu
Secuil rasa pahit
Ditambah sesendok rasa manis
Pahit manisnya rasa
Berpadu menjadi satu
Luka dan suka membaur
Tak terlihat layaknya asap
Sepoi angin lembut mngendap
Sejengkal jarak secuil rasa menyelinap
Mampu mengubah segalanya
Ketika dunia terasa hampa
Disana hati 'tlaj bertahta
Menjulang tinggi ke surga
Pahit manisanya rasa luka dan derita
Endapan kopi hitam tersisa 
Bumi bergetar, berrhenti berputar
Detik waktu tak kunjung menentu
Langit ketujuh seakan runtuh
Membiarkan sang bidadari menari indah
Melesat jatuh keangkasa raya
Bernyanyi merdu menyibak angin penjuru
Aroma manis menghilangkan luka
harum menutup segala derita
Memulihkan hati yang luka
Bintang mengendap malu
Saat angin menggerakkan 
Sang "secuil rasa"
Pahit manisnya cinta dan luka
Menangis saatdeburan ombak menghantammnya
Tertawa ketika dahan mulai menggelitiknya
Itulah pahit manisnya rasa
Jika memang ditakdirkan bersama
Sukaku kan meluruhkan segala dukamu
  1. Dalam sebuah bejana Cinta

Monday, 29 January 2018


Dia memang selalu dingin
Begitu dingin bahkan
Dan begitulah dia
Aku dapat menerimanya tanpa banyak protes
Aku ingin mencairkan hatinya yang tampak beku
Mencairkan hatinya
Bukan untuk ku miliki sendiri
Aku ingin dia merasakn hangatnya cinta
Tersebar penuh warna disekelilingnya
Menyadari bahwa warna-warni keindahan itu ada
Juga warnaku yang selama ini tak pernah disadarinya
Warnaku yang dulu kelam
Kini perlahan merekah
Bagai mawar merah ditengah semak atau pelangi disaat hujan
Bersamaan dengan terbitnya mentari
dan tak pernah terlambat bagai fajar 
Dia membawa rasaku seluruhnya
Aku ingin dia
merasakan hangatnya rasa
Termasuk rasaku yang masih tak berarti baginya

Saturday, 27 January 2018


Secantik apapun kupu-kupu itu
Aku akan membiarkannya berkeliaran
Ia akan lebih bahagia seperti itu
Meski itu berarti...
Aku tak dapat memilikinya
Karena dunia ini bukan tentangku saja
Tapi juga tentangnya
Tentang hidupnya
Rupanya aku tak pernah menyadari keberadaannya
Hingga aku kehilangannya
Tapi, adakah kehilangan itu?
Bagaimana bisa?
Sementara aku tak pernha memilikinya
Dan inilah yang dinamakan hampa
Ketika ku melihat sekeliling 
Tapi tak ada warna
Ketika ku mendengar semua
Namun tak satu pun yang dapat ku cerna
Aku tak menyadari
Ada cinta yang telah lama tumbuh
Kini hanya penyesalan
Tidak menyadari arti keberadaannya
Cinta itu datang bagai virus dalam diriku
Datang, melesat dan menyebar
Menginfeksiku seluruhnya
Entah baik atau tidak
Ini begitu menyesakkkan
Akankah aku mati karenanya?
Atau justru mati tanpanya
Cinta bukan hanya soal rasa
Namun sebuah makna
Yang mampu membuatku bahagia dikala luka
Tersenyum ditengah tangis
Berdiri tegak tanpa air mata
Semua Karena Cinta
Dimana engkau berada ???
wahai sosok yang telah menginfeksiku dengan virus itu
Lihatlah, senja mulai datang
Langit keemasan telah turun dikaki bukit
Mathari mulai lelah 'tuk bersinar
Digantikan oleh sang rembulan
Bahkan dia belum juga datang
Aku telah kehilangannya bahkan sebelum aku mampu menyentuhnya
Dia telah menghilang sebelum senja sepenuhnya hilang



Teringatku akan dirimu
yang hadir sebagai masa laluku
Hitam mengikuti jejakku
Menghantui setiap langkahku
Dalam bayangku kamu mengikutiku
Ku tak kan pernah bisa menepis
Dan memisahkan bayangmu
Kita menyatu
Meski bayanganmu menakutiku
Membuatku ragu 'tuk mengukir jejak baru
Tapi ku tak bisa selamanya bersembunyi dibalik bayangmu
Terimakasih untuk hitam yang kau gambarkan
Untuk goresan luka yang kau tanamkan
Ribuan panah telah melesat melewatiku
Masa lalu kelam menjadi bayangan yang menakutkan
Setiap maaf kau hempaskan
Setiap tetes tak kau hiraukan
Kini ku berusaha meninggalkan bayangan
Dalam gelap ku tak terbayang
Cahaya 'kan menuntunmu datang
Kita satu
Ku 'tak dapat mengusir bayangmu
Dimana kakiku berpijak
Disitu bayangmu beranjak