Wednesday, 31 January 2018

Derita




















Nasi hitam tersuguh didepanku
Tak pernah menggugah selera makanku
Namun apalah dayaku
Hanya ini hasil keringatku
Alas tembikar tempat istirahatku
Dinding berbatu tempatku bersandar
Titik selalu menitik menjadi sebuah bulatan basah 
Jatuh dari pelupuknya membasahi seluruh pipi
Terasa sangat hangat saat menjalar perlahan
Tangis adalah musik hidupku
Cela dan hina telah kudapati
Bajuku terlucuti, mukaku terludahi
Terpacu ku berlari
Terseok ku berhenti
Peluhku 'tlah membanjiri
Emosi tak terhiraukan lagi
Kemanakah daku 'kan pergi
Membawa sejuta luka di dalam hati
Tersayat perlahan oleh belati
Tipi-tipis tapi tapis
Perih ku rasakan sendiri
Tiada 'kan peduli
Segala derita yang ku alami
Oh bumi telanlah daku
Bawaku ketempat terdalam dari gelapmu
Wahai langit, runtuhlah dan luluhkanlah jiwaku
Teriris hati ini oleh luka dan derita
Siluet hitam yang menikam
Malam datang dengan cepat dan mencekam
Membawa tubuh ini 'tuk pulang
Hampir saatnya hai daging tak berguna
Sebentar lagi, hanya sebentar lagi
Kau akan menjadi bermakna
Hidup aman dan bahagia bersamaNya

2 comments:

Jangan lupa like dan komen ya, Juga bisa follow di puisipopuler07.blogspot.com, Terimakasih